Kisah Sepasang Sayap Patah, Ma Li Dan Zhai Xiaowei

Sebelumnya cewek bernama Ma Li itu memang seorang pebalet profesional dengan masa depan menjanjikan. Hidupnya berubah ketika sebuah kecelakaan mobil merenggut lengan kanannya dan itu terjadi saat usianya baru 19 tahun. Hatinya hancur berkeping-keping, kebaikan seolah tak berpihak padanya. Belum usai kepingan hatinya dikumpulkan, kekasihnya juga meninggalkan dia karena ketidaksempurnaan tubuh Ma Li. Dan dia pun mencoba bunuh diri. Kematian belum berpihak padanya. Dan seolah memperoleh kekuatan hidup, Ma Li mencoba untuk move on dengan kondisi tersebut.

Selama 5 tahun dia berusaha untuk mandiri. Belajar memaksimalkan lengan yang selama ini seperti menjadi pelengkap. Memasak, menulis, mencuci dan aktivitas lainnya dengan menggunakan 1 tangan. Sebagai penari, hatinya terus terpanggil untuk kembali menari. Ma Li bertemu dengan partner tari yang sempurna dan berencana membuat pertunjukan unik bagi mereka berdua. Tapi sayang, di tahun 2004 ketika virus SARS menyerang China, rencana itu batal.

Tapi keberuntungan memang berpihak pada mereka yang terus berusaha. Ma Li bertemu seorang atlit saat sedang berlatih untuk kejuaraan sepeda bernama Zhai Xiaowei yang kehilangan kakinya di usia 4 tahun ketika jatuh dari traktor. Entah karena percaya atau mulai putus asa, Ma Li mengajak Zhai menjadi pasangannya menari balet. Untuk meyakinkannya, Ma Li memberinya tiket pertunjukan tari dan Zhai pun terkesan dengan aksi tari Ma Li. Didukung oleh tantangan dan kesulitan yang telah dihadapi sejak kecil, Zhai meyambut tawaran itu meskipun belum pernah menari sebelumnya.

Dan mereka berdua pun mulai berlatih secara intensif setiap hari sejak jam 8 pagi sampai 11 malam yang mereka lakukan selama lebih dari setahun! Tak terbayang seberat apa tantangan yang mereka hadapi dengan tubuh tak sempurna, bahkan Zhai berkali-kali membuat Ma Li terjatuh, ribuan kali. Tapi tak ada yang mampu menyurutkan semangat mereka berdua.

Perjuangan tersebut terbayar sudah ketika Ma Li dan Zhai Xiaowei menjadi pasangan cacat yang pertama berada di kompetisi menari tingkat nasional dan mampu membuat siapapun yang melihatnya terkagum-kagum. Sebuah awal yang baik bagi mereka karena setelah itu berbagai kompetisi mereka ikuti meskipun belum pernah menjadi juara pertama. Setidaknya mereka telah memenangkan hal tersulit dalam hidup, mengikhlaskan keadaan dan berjuang sepenuh hati.  

 Ibarat sepasang merpati bersayap patah, mereka berdua tetap mampu terbang lebih tinggi dan tinggi lagi untuk menunjukkan pada setiap orang bahwa kemampuan manusia tak ada batasnya.

Image title


RELATED POST VIEW ALL
POPULAR
RECENT TAGS